Selasa, 09 Juni 2009

Karakter Hamba Tuhan

MAKALAH RINGKAS

KARAKTER SEORANG HAMBA TUHAN

I. PENDAHULUAN

Secara umum karakter berarti : Tabiat atau sifat atau watak atau psikis atau budi pekerti seseorang yang membedakan dengan orang lain.

Karakter hamba Tuhan” : Cerminan sikap atau prilaku atau kwalitas mental atau moral yang se-wujud dengan pribadi Kristus.

Karakter hamba Tuhan yang baik dikendalikan oleh Roh Kudus. Sajauh mana Roh Kudus berperan kedalam pribadi seorang hamba Tuhan, disitulah karakter hamba Tuhan dapat dinilai.

II. KARUNIA ATAU BUAH ROH?

Pertanyaan ini sangat membumi artinya sangat dalam masuk pada kehidupan hamba Tuhan yang paling asasi.

A. Karunia Roh dan buah-buah Roh sama pentingnya

B. Bahaya yang muncul!

v Kebanggaan terhadap karunia-karunia Roh yang tidak terkendali akan memudahkan seorang hamba Tuhan lupa yang lebih utama, yaitu harus berbuah-buah didalam Roh.

v Karunia-karunia Roh sebagai pemanis dalam pelayanan, namun tidak jarang hamba Tuhan yang memiliki karunia Roh menjadi orang paling kasar/sombong didunia.

v Tidak sedikit hamba Tuhan yang diperlengkapi dengan karunia-karunia Roh tetapi pada sisi lain berperangai ganjil, tidak berbudipekerti yang baik, membuat perpecahan serta kebal terhadap perbuatan dosa.

v Kegiatan mengelola karunia Roh tidak menjamin bahwa seorang hamba Tuhan akan berkarakter/memiliki kodrat Kristus.

v Justru dari buah-buah Roh terbentuk keaslian karakter hamba Tuhan kepada tingkat seperti Kristus.

III. SUMBER PEMBENTUK KARAKTER HAMBA TUHAN

A. Hukum yang utama “Kasih”

Ø Kasih menjadi satu aset yang berharga bagi hamba Tuhan yang harus dibagi-bagikan sebab perintah Kristus. Mat. 22: 37-39.

Ø Yaitu kasih kepada Bapa yang seharusnya mengalahkan kasih kepada dan untuk pihak lain. Exp.

o Mark. 14: 36, Ketaatan Yesus pada Bapa walau berat beban salib itu.

o Kis. 5: 26-29, Petrus lebih taat pada Bapa dari pada terhadap manusia

Ø Hukum utama musnah oleh satu pencapaian maksud

Ø Hukum utama bagian dari buah-buah Roh bukan karunia Roh. Berarti hamba Tuhan untuk berbuah-buah Roh bukan suatu tawaran tetapi keharusan..

Ø Bila kasih hamba Tuhan kepada yang lain mengalahkan kasihnya kepada Bapa, berarti karakter hamba Tuhan tersebut sudah rusak.

B.. Kekuatan “sukacita”

v Hamba Tuhan hidup Ditentukan menderita (lihat seorang budak)

v Penderitaan dan sebagainya bukan menjadi alasan untuk tidak tetap bersukacita.

v Lih. I Tes. 5: 16 4 mengapa harus tetap bersukacita? I Pet. 4: 1 4 dasarnya sebab penderitaan merupakan senjata? I Kor. 4: 9-13.

v Hilangnya sukacita menjadikan hamba Tuhan berubah setia dan berpaling menjadi hamba terhadap musuh(dosa).

v Kekuatan sukacita dalam segala keadaan akan berdampak pada 3 langkah positip:

1. Hidup dalam kemenangan;

2. Hidup dalam kelimpahan;

3. Dalam kelegaan.

v Singkatnya lihat ayat-ayat berikut ini:

1. I Pet. 4: 12, 13 : Penderitaan hal biasa, tetap bersukacita, sebab ada kemuliaan.

2. Ib. 12 : 3, 4 : Jangan mudah lemah/putus asa bila bertanggungan berat

3. Yak. 1 : 2-4 : Anggap sebagai kebahagiaan bila datang berbagai pencobaan

4. sebab ada buah yang sempurna/utuh

5. Luk. 21 : 34 : Waspada terhadap segala bentuk keberhasilan

C. Bertumbuh dalam “damai sejahtera”

v Damai sejahtera bukan sebatas pada perasaan, sebab kita hidup dalam janji Tuhan. Tetapi hidup dalam damai sejahtera mencakup segala aspek hidup oleh Roh kudus.

v Dalam banyak kesukaran serta perubahan-perubahan struktur kehidupan, menjadikan kebingungan dan menimbulkan ketidakpastian sehingga mengusik hal damai sejahtera.

v Kewaspadaan terhadap hal tersebut menjadikan damai sejahtera tetap terpelihara dan memungkinkan untuk bertumbuh.

v Kesukaran pasti terjadi! Tetapi damai sejahtera tetap terpelihara.

v Sebagai Hamba Tuhan hal kesukaran berarti pengenapan Alkitab dan bila demikian seharusnya Alkitab digenapi maka kita akan limpah dengan damai sejahtera.

v Tumbuh dalam damai sejahtera (Lih. Pil. 4: 6-7)

Memelihara phroureo(fru-re-o) istilah ke-tentaraan.

Artinya melindungi dengan penjagaan penuh waspada dan ekstra ketat oleh militer/garnisum.

v Memiliki Damai sejahtera seperti memiliki sepasukan tentara yang menjaga hati, pikiran dari segala serangan kesukaran.

D. Kesabaran tanpa batas.

v Sabar : tahan/kuat menderita dalam menghadapi tekanan/aniaya atau kesusahan

v Bahwa orang yang dipimpin Roh kudus bukan berarti tidak selalu lancar dalm perjalanan hidupnya.

v Sabar dalam pengujian menghasilkan sikap hidup yang positif, yang selalu siap men-derita. Yak. 1: 12-14

- Tahan uji Kemampuan bersikap teguh dalam berbagai-bagai penderitaan dengan tanpa menyerah dalam situasi dan kondisi apapun.

v Sabar dapat membentuk sikap hidup/karakter seseorang, dalam hal:

- Melawan godaan, Ib. 12: 1 (Menanti berkat pelayanan Yak. 5: 7-9)

- Berjalan dalam jalur Tuhan, II Tim. 4:7,8 (Mengerjakan pek. Tuhan, Ib. 6: 12-15)

- Bertahan dalam ujian, Yoh. 6:60,61,66 (Mengandalkan kuasa Tuhan, Ef. 6:10-14)

- Setiap ancaman/bahaya Luk. 21: 12,16,17 (Dalam kesetiaan mengabdi pd Tuhan.)

- Dalam bekerjasama, Ef.. 4: 11-13 ; Rom. 15:5-6

- Mengerjakan kebaikan, Kol. 3: 12,13.

- Berharap pada Allah. Ib. 6: 11, 12 ; Rom. 4: 18-19

Sebagai hamba Tuhan hidup hendaknya diliputi roh kesabaran yang merupakan buah-buah Roh kudus, sebagai kekuatan ilahi yang tiada batas.

E. Bermurah hati dan berbaik budi

Dewasa ini dibelahan bumi manapun sangat sulit kita temukan orang-orang yang bermurah hati dan berbaik hati. Kecenderungan ini disebabkan semakin kompleknya permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing orang. Bagaimana dengan kita hamba-hamba Tuhan?

v Kemurahan hati = keramahan, adalah sikap yang penuh kasih thd orang lain yang mampu mengubah yang tidak baik menjadi baik.

- Mat. 5 : 13-16 4 Garam digambarkan hal keramahan yang mampu mengubah dunia (sebab dunia telah kehilangan orang-orang yang ramah/bermurah hati).

v I Tes. 2: 7-9 4 kemurahan/keramahan ilahi, ay. 7 sebagai pembuka pintu bagi pelaksanaan kebaikan, ay. 9.

F. Mengembangkan nilai-nilai kesetiaan

Orang yang setia siapa yang tidak menginginkannya? Kesetiaan bagai harta yang mahal.

v Dalam versi King James “kesetiaan Diterjemahkan sebgai iman

v Hamba Tuhan yang hidup dalam iman dapat dipastikan memiliki kesetiaan demikianpun sebaliknya , Kis. 7: 57-60 ; Dan. 6: 2-4

v Dari kesetian seseorang akan selalu diperhadapkan dengan tantangan, hingga meng-hasilkan buah-buah kebenaran yang diperkenan Tuhan. Dan. 6: 5

v Kesetiaan akan menghasilkan nilai pribadi yang lebih unggul dari orang lain. Maz. 101:6

v Sebaliknya yang merusak kesetiaan akan terbuang diantara yang terbuang dari ke-indahan hidup. Kjd. 3: 23, 24

v Seorang hamba dipandang berkenan kepada tuannya jika mengerjakan pekerjaannya dengan setia. Mat. 24: 45-47 hamba yang setia ; Mat. 25: 28, 29 tentang talenta

v Esau dan Saul kehilangan hak istimewa sebab tidak memelihara yang harus dipelihara dengan setia. Ib. 12: 17 ; I Sam. 16: 17

v Kesetiaan tidak pandang situasi-kondisi dan dalam hal apa saja. Mis. Bila setia dalam hal doa, hendaknya juga setia dalam hal membantu. Dll.

G. Kuasa dan Kelemahlembutan

Perangai yang lemah lembut menjadi dasar teratasinya problem hidup yang terjadi. Lemah lembut menempatkan seseorang pada tingkat tinggi, dikarenakan mampu mengambil ke-simpulan dan keputusan yang tepat dari setiap masalah dengan penuh pertimbangan

Unsur dasar kelemahlembutan yaitu:

1. Penguasaan diri, tidak cepat menyerang/membalas, 1 Pet. 2: 19.20

Menerima penghukuman yang diakibatkan perbuatan baik sebagai kemuliaan salib. Tidak mudah tersinggung, serta tidak menimpakan hukuman terhadap orang yang bersalah.

2. Mempunyai roh dan cara yang rendah hati

Mampu mengatasi sikap-sikap ambisius serta mampu meredam perlawanan/per-bantahan, II Tim. 2: 24-26

3. Selalu rindu pada pengajaran yang berbasis pada kebenaran, rela ditegur/ditunjukan kesalahannya dan dengan sukarela mau diperbaiki, II Tim. 3: 16,17

Dari ketiga unsur dasar tersebut diatas seorang hamba Tuhan akan berjalan dalam karakter Kristus.

H. Penguasaan diri

Penguasaan diri egkrateia = pengendalian hawa nafsu

Egkrateia kratos = kuasa/kekuatan, yaitu kuasa ilahi yang dianugerahkan kepada manusia

untuk mengatasi/mengendalikan hawa nafsu.

v Penguasaan diri menjadikan seseorang dapat tampil sebagai pemenang dalam gelang-gang pertandingan, I Kor. 9: 24-27

v Penguasaan diri merupakan jalan dimana hamba Tuhan dapat mencapai kesempurnaan artinya berjuang untuk mencapai tujuan yang Tuhan kehendaki dengan membatasi diri dalam banyak hal.

v Israel banyak yang binasa dipadang gurun karena tidak dapat menguasai diri, bil. 21:5,6

v Cobailah diri sendiri dengan hal yang diperkenan Tuhan(doa-puasa, banyak berkorban dll) untuk menguji kekuatan iman dari gangguan hawa nafsu dunia yang membinasakan

II Pet. 1: 5, 6

IV. KESIMPULAN

Kurangnya pemahaman serta penghargaan terhadap karya kerja Roh kudus banyak hamba Tuhan terjebak didalam kemunafikan. Sebagai contoh banyak hamba Tuhan yang berdoa merindukan karunia-karunia Roh, dan melupakan yang lebih diharuskan yaitu berbuah didalam Roh.

Tidak sedikit hamba-hamba Tuhan yang berkarunia Roh tetapi justru menjadi orang tersadis dan kejam sedunia(sebab kehilangan kasih antar hamba Tuhan). Tetapi bila buah Roh bertumbuh-tumbuh, maka seorang hamba Tuhan akan memiliki karakter Kristus.

By : Pdt. Elieser Siswanto